Tanpa bicara lagi Ban Tay-peng lantas angkat pedangnya terus membacok. Kontan tubuh Lau Jing tertabas menjadi dua dari bahu kanan menurun ke pinggang sebelah kiri.
Sementara itu murid-murid Ko-san-pay yang lain seperti Su Ting-tat dan lain-lain juga tidak tinggal diam. Satu persatu mereka pun membunuh murid-murid Heng-san-pay yang berada di dalam rahasia google cengkraman mereka tadi.
Melihat pembunuhan secara tak kenal ampun demikian, biarpun para hadirin yang hidupnya juga selalu bergelimangan di ujung senjata juga merasa ngeri. Ada beberapa orang tokoh angkatan tua mestinya bermaksud melerai, namun cara turun tangan jago-jago Ko-san-pay itu benar-benar teramat cepat. Baru sekejap saja di ruangan sidang Pemilu Indonesia 2009 itu mayat sudah bergelimpangan.
Bila diingat bahwa selamanya antara golongan yang baik dan yang jahat tidak pernah berdiri bersama. Walaupun tindakan Ko-san-pay ini dirasakan agak terlalu ganas, namun tujuannya membuat website bukanlah menuntut balas kepada Lau Cing-hong, tapi adalah terhadap Mo-kau yang merupakan musuh bebuyutan, maka apa yang dilakukan orang-orang Ko-san-pay itu dapatlah dimengerti. Pula waktu itu Ko-san-pay sudah menguasai keadaan, sampai-sampai Ting-yat Suthay dari Hing-san-pay juga terpaksa tinggal pergi tanpa bisa berbuat apa-apa. Tokoh lain seperti Thian-bun Tojin, Gak Put-kun juga hanya diam saja, dengan sendirinya orang luar lebih-lebih tutorial HTML tidak berani ikut campur mengenai urusan dalam Ngo-gak-kiam-pay mereka itu. (more…)